Pada sebuah forum ekonomi yang dihadiri oleh sejumlah kementerian, Menteri Keuangan Purbaya hadir sebagai pembicara utama yang paling ditunggu. Kehadirannya menarik antusiasme peserta hingga sesi terakhir, menggambarkan besarnya perhatian publik terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia.
APBN dan Tantangan Pengelolaan Negara
Diskusi dibuka dengan gambaran bahwa banyak program pemerintah—mulai dari program kampung nelayan hingga kesehatan—semuanya membutuhkan dukungan APBN yang besar. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya tugas Menteri Keuangan dalam menjaga keseimbangan belanja negara, memprioritaskan sektor penting, dan mengelola anggaran secara efektif.
Menggerakkan Ekonomi Tanpa “Kejutan Pajak”
Publik memandang Menkeu Purbaya sebagai sosok yang tidak menakutkan wajib pajak—sebuah perubahan positif di tengah kekhawatiran meningkatnya rasio pajak negara. Purbaya menegaskan bahwa: Target peningkatan tax ratio tetap ada, namun dilakukan tanpa menekan pelaku usaha dan masyarakat, Pemerintah memberi insentif dan kenaikan PTKP agar konsumsi masyarakat meningkat. Kebijakan ini diarahkan untuk menyeimbangkan penerimaan negara dengan kenyamanan wajib pajak.
Mengatasi Pelemahan Ekonomi
Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia sempat mengalami perlambatan akibat kebijakan fiskal dan moneter yang terlalu ketat, khususnya pada periode Mei–Agustus. Pemerintah kemudian melakukan langkah counter-ciclical—mendorong ekonomi saat kondisi sedang melemah.
Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah mengalihkan dana pemerintah dari Bank Indonesia kembali ke sistem perbankan agar uang beredar meningkat. Hasilnya: suku bunga turun, optimisme publik membaik, kredit mulai bergerak, Indeks kepercayaan terhadap pemerintah meningkat. Ini membuktikan bahwa kebijakan yang tepat dapat mendorong pemulihan tanpa harus melakukan ekspansi fiskal besar-besaran.
Kolaborasi Dengan Pemerintah Daerah
Isu transfer dana ke daerah turut menjadi sorotan. Purbaya menegaskan bahwa pengurangan transfer bukan semata keputusan sepihak, melainkan bagian dari upaya efisiensi dan peningkatan kinerja daerah.
Namun ia membuka ruang: jika daerah mampu menunjukkan pengelolaan anggaran yang baik dalam dua triwulan, pemerintah siap mempertimbangkan tambahan dana. Prinsipnya adalah: “Bantu saya memperbaiki ekonomi, saya bantu tambah anggaran daerah.”
Soal Utang Negara: Masih Aman
Di tengah kekhawatiran publik soal meningkatnya utang, Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih sangat aman berdasarkan rasio standar internasional: Defisit di bawah 3% PDB. Rasio utang jauh di bawah negara-negara besar seperti AS, Jepang, dan negara Eropa. Indonesia tetap dalam koridor fiskal sehat dan terkendali.
Kesimpulan
Menteri Purbaya menegaskan fokus pemerintah pada:
- Kebijakan fiskal pro-pertumbuhan
- Perlindungan konsumsi masyarakat
- Dukungan dunia usaha
- Optimalisasi anggaran tanpa kebijakan pajak represif
- Penguatan ekonomi daerah secara bertahap
- Dengan pendekatan tersebut, pemerintah yakin pertumbuhan di atas 5,5% dapat diwujudkan.
*Artikel ini bersumber dari: CNBC Indonesia - youtu.be, yang diunggah tanggal 28 Oktober 2025 dan penyusun akses tanggal 30 Oktober 2025.
